Mengejar Maz Maz Taxi 1
Cukup unik jg pengalaman pertama kerja, saking ngebetnya kerja jalan keluar apapun harus di coba, termasuk tawaran kerja untuk 2 minggu saja shift sore 3.30pm ampe 12pm (kayak waktu cinderela pergi meninggalkan pesta:P). Sekedar info, jam pulang segitu udah ga ada public bus di Melbourne daerah clayton meminggir :D. Dan jalan satu-satunya adalah naik taxi. Lucky me, ternyata ada dua temen lain yg jg tinggal di Caulfield ikutan kerja juga, Mba’ Dewi and Mba’ Diana. Jadilah kita berencana untuk pergi dan pulang bareng dg sharing taxi biar irit. Btw mana ada ya di Indo buruh naik taxi? Ga papalah yg penting masih surplus :D.
Hari pertama meluncurlah berangkat bersama by Smart Bus 900 ke tempat kerja di Rowville.
Setelah slesai kerja ku telp untuk order taxi and the operator said that taxi would arrive in 15 mins. Waktu berlalu tapi taxi belum jg muncul. Ku coba telp lagi si taxi company.. alamak dia bilang ga ada orderan atas namaku. Terpaksa menunggu lagi……kira-kira sudah 30 mins ku coba telp lagi, wallaah gdubrak….. dia bilang ga ada taxi mereka di sekitar situ (maklum bener-bener suburb, satu jam dari rumah, padahal rumah juga udah pinggiran:D). Ting….. waktu sudah skitar jam 1 dinihari kami masih berharap taxi lewat depan kami…..alhamdulillah akhirnya ada jg taxi nyelonong di depan kita.
Tidak ingin mengalami hal yang sama, di hari kedua sebelum berangkat, kami sudah telp order taxi. Hasilnya luar biasa…..taxi sudah ready saat kita keluar nongol dari pabrik, Alhamdulillah. Sambil memberikan kartu nama, tak lupa Pak Taxi menawarkan diri kepada kami untuk menjemput lagi esok hari. Break kedua kerja I texted him untuk confirm jemput kami, dengan rasa PD kami merasa beliau bakal jemput. Keluar dari kerja, sang Bapak taxi tidak kami temukan batang hidungnya, jangankan batang hidung, wong bau-nya aja kagak tercium tuh hiiii… Langsung dech ku telp si Bapak, TING gdubrak gdubruk, serasa di sambar petir (heee… hiperbola banget….) karena si Bapak bilang “I’m so sorry…. I’m far away from Melbourne, about 30 mil” (kalo ga salah) “I have tried to contact my friend to pick you up but no one around there” he continued…..Wach ngalamat suseh lagi ni cari taxi. Hhmmmm, untung ada temen nawarin kami untuk numpang mobilnya sampai Clayton, at least di sana lebih ada harapan sering bertemu taxi daripada di Rowville. Sampailah kita di perempatan yg cukup besar di Clayton yang masih 25mins to Caulfield by car. Cari taxi jadi kaya orang kesurupan :)), abis kita bertiga liat taxi di seberang , kita dadah dadah sambil mengejar (yach mobil kog di kejar, emang the six-million dollar man? :D) jadinya ya nggak kekejar dan sepertinya mereka tidak melihat lambaian tangan kami yang sudah seperti orang tenggelam di danau minta tolong.
Waktu sudah lama berlalu, dan selalu saja gagal untuk memperoleh uluran taxi membalas lambaian tangan kami. Akhirnya kami ber-ide untuk menyebar di tiap titik ujung perempatan. Alhamdulillah akhirnya taxi kami dapatkan….. Sippp.
Hari berikutnya, kami numpang teman lagi sampai perempatan Clayton. Waktu turun, ups, lucky me, gumamku. Kami melihat bus 900 yang memang tujuan Caulfield, merasa beruntung dalam hatiku masih dapat the last bus. Waktu kami naik, dia bilang “ sorry, I’ll terminate at huntingdale station” . “Oooo…that’s ok” jawabku sembari turun lagi. “but you can catch the train at the station” she added (supir di sini mang banyak juga yang cewek, pernah juga ada sopir tram, bus listrik di Melbourne, cewek yang modis banget, dalam ati geli jg ya? Supir tram aja dandan:D). Walo setauku udah ga ada lagi train yg lewat skitar jam 00.30 tp ku coba percaya, kan si mbak itu pegawai public transport yg harusnya lebih tahu dari aku. TING, sekali lagi bad luck, seperti judul pilem jaman dulu…serasa mengalami “pacar ketinggalan kereta” walo sang bus driver bilang “masih ada kereta yang akan lewat”. Kami cek di time schedule, mang jam segitu sudah tidak ada kereta lewat, jadilah kami keluar station yg memang sudah amat teramat sepi, demikian surroundings-nya. Sesaat (yg merasa sejenak tersesat) munculah taxi dari kejauhan, kami coba melambaikan tangan kami nan manis dan lemah gemulai (karena memang sudah tak bertenaga karena capek :D), tapi upsss… kontan Mba’ Dewi and Mba’ Diana ketakutan, karena tuh taxi ternyata terisi dua penumpang cowok yg berbadan kekar dan mecoba merapat menghampiri kami. Rada deg-degan juga…tapi lagi-lagi alhamdulillah satu taxi lagi muncul dari belakang dan si taxi misteri langsung belok balik mundur teratur (bisa jadi mang berniat jahat, tapi karena ada yang lewat mereka jadi me gurungkan niat). Akhirnya kami mendapatkan taxi, dan barulah aku berani mengucap, jangan takut mba’ tuh orang-orang tadi kalopun jahat, paling aku kog yg di perkosa (wahaaa…dengan nada bercanda dong tentunya, masa serius sih, padahal kalo bener2 gitu, pasti lari juga heee…demikian ku coba untuk mencairkan suasana). All in all alhamdulillah dech pokoknya kami akhirnya selamat sampai tujuan. The week after, kami dapat langganan transport dari temen yg sudi untuk menjemput kami, dan ini patut di syukuri karena kami tidak lagi bingung dan panic saat kelar kerja yang biasanya dilanjutkan dengan pergi “Mengejar Maz Maz Taxi”
Mengejar Maz Maz Taxi 2
Walo judulnya mengejar maz maz taxi, tp yang ini isinya bukan tentang ngejar taxi:D, tp masih tentang transportasi. Setelah selesai contract kerja 2 minggu (walah, biar keliatan bonafide yak?:D), the next month ada tawaran lagi, alhamdulillah yang ini shift pagi 7am till 3.30 karena tidak ada kesulitan datang dan pergi by public tranpsort. Sering kali sambil nunggu di halte to catch Smart Bus 900 kami bercikakak cekikik untuk menghilangkan penat setelah kerja rodi sehari:D. terlihat Mbak Dewi masih ikutan lagi, kalo Mba’ Diana udah balik ke Sydney. In the pic above, ada Maz Catur (yg mnurutku jg semangat banget kalo kerja, ampe mesin mo di kalahin, waduh….Piz Maz..). Ada Desi, Hi Des…. yg kerja kalo lagi capek ya udah ga masuk aja.. nyantai aja katanya:D. Kalo Yetti udah balik Indo, kerja jadi buruh ga Yet di Padang?:)). Salim Salim… ayo salim karo bu Salim, demikian sebutan utk Salimah yg punya nama keren Sally:D.
Masih to be continued alias to be continyong